Kebiasaan Ketika Naik Kereta Api di Argo Parahyangan


Sebagai pengguna jasa kereta api Jakarta-Bandung atau sebaliknya, saya dulu sempat sedih ketika KA Bisnis Parahyangan akan dihapuskan😦. Kenapa sedih? Ya, karena nanti klo gak ada kereta api pasti ongkos membengkak. Kan klo naik kereta lebih irit heheh😆, maklum kantong mahasiswa🙂 .Coba bandingkan klo naik KA Bisnis Parahyangan tiketnya hargannya cuma 30 ribu rupiah, klo travel antara 60-70 ribu rupiah. Nah lebih irit kan😉. Secara rumah saya kan lebih dekat ke Stasiun Jatinegara dibandingkan dengan Shelter Travel terdekat, jadi pilihan untuk naik kereta api adalah yang paling tepat dan paling ekonomis alias murah hahah😆 untuk melakukan perjalanan Jakarta-Bandung atau sebaliknya. Dari Stasiun tinggal jalan kaki ke rumah, deket kan? heheh :-) 

Memang PT  Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya menghapuskan KA Eksekutif Argo Gede dan KA Bisnis Parahyangan😦 karena terus merugi yang konon kalah saingan dengan moda angkutan travel sejak dibangunnya Tol Cipularang, tapi karena banyaknya desakan dan complain dari masyarakat untuk tidak mematikan jalur kereta api  Jakarta-Bandung dan sebaliknya. Akhirnya, PT KAI mengeluarkan produk Kereta Api Argo Parahyangan yang melyani jalur Jakarta-Bandung🙂. Alhamdulilah, jadi tetep bisa irit deh klo balik ke Jakarta😛. Sebenernya produk kereta Argo Parahyangan ini sama saja dengan KA Bisnis Parahyangan yang dulu, tetapi merupakan gabungan antara gerbong eksekutif Argo Gede dan gerbong bisnis Parahyangan yang dulu. Jadi, Argo Parahyangan ini terdiri dari 4-5 gerbong eksekutif Argo Gede yang dulu, 3 gerbong bisnis parahyangan yang dulu, 1 kereta makan, dan 1 kereta pembangkit. Tetapi gerbong Bisnis KA Argo Parahyangan yang sekarang gak sebanyak dulu yang ada di KA Bisnis Parahyangan. Gak apalah yang penting masih ada kereta Jakarta-Bandung atau sebaliknya heheh😆. Nah, kereta yang melayani jalur Jakarta-Bandung dan sebaliknya masih tetep ada😉, walau gak sebanyak dulu frekuensinya. Klo dulu Jakarta-Bandung dan sebaliknya dilayani oleh KA Argo Gede dan KA Bisnis Parahyangan, klo sekarang cuma ada KA Argo Parahyangan.

Hmmm….Sejak kecil, saya sudah sering juga untuk naik kereta waktu mau ke rumah nenek di Karawang🙂. Tapi, sejak mahasiswa jadi lebih sering frekuensi naik keretanya hahah😛 secara rumah di Jakarta dan kuliah di Bandung. Dan klo naik kereta itu pasti saya selalu ingin duduknya deket jendela, sebenernya gak hanya naik kereta aja naik mobil dan bus juga selalu milih di deket jendela hahah😆. Pernah gak kepikir, klo naik kereta itu lebih “mengasyikan” klo duduknya di deket jendela atau di samping jendela. Apalagi klo jalur Jakarta-Bandung atau sebaliknya, view atau pemandangannya sepanjang perjalanan gak pernah membosankan walaupun udah sering naik kereta heheh🙂, gak tahu kenapa. Klo duduknya gak di deket jendela bawaannya pasti membosankan dan ngantuk, ya gak ya? atau cuma perasaan saya aja? heheh🙂

Entah sejak kapan, klo saya mesen tiket kereta selalu aja bilang “Mba tiketnya yang deket jendela ya hahaha :lol:”. Walaupun klo lagi ngantuk di deket jendela akhirnya tidur juga heheh🙂, tapi enak kan bisa bersandar ke jendela hahah🙂. Tapi, kadang-kadang di perjalanan suka ada aja orang iseng yang gak bertanggung jawab yang lempar batu ke arah kereta😦. Mungkin ini salah satu bahayanya klo duduk di deket jendela.

So, dimanapun posisi duduk di kendaraan dalam perjalanan, yang terpenting adalah waspada dan berhati-hati untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dan selamat sampai tujuan😉

Related Post :

Tentang Lucky dc

Civil Engineering Student
Pos ini dipublikasikan di Travel. Tandai permalink.

77 Balasan ke Kebiasaan Ketika Naik Kereta Api di Argo Parahyangan

  1. Dani berkata:

    wah, katanya naik kereta supaya lebih irit ya. emang di kasih uang saku berapa??

    ya, memang benar. dengan memilih kendaraan yg aman, dan yg penting selamat. tapi.., skrg aku sdh takut sm naik kereta. soalnya baru-baru ini ada kecelakaan kereta api sihh..😦

  2. bundadontworry berkata:

    pingin juga sekali2 nyoba naik kereta api kalau ke bandung.
    dulu sih dah pernah, tapi kayaknya kok tdk terlalu menikmati pemandangan sepanjang jalan, krn sepanjang jalan tidur …heheehe……
    salam

  3. wien berkata:

    berarti mas Lucky kalau ga dapet kursi yg deket jendela pasti langsung tidur 😀

  4. kanvasmaya berkata:

    bener naek kereta jauh lebih irit.. lebih irit lagi naik kerena PG hahaha merayap…

  5. Arman berkata:

    kok bisa merugi ya bukannya banyak ya yang pake jasa KA jkt-bandung? atau kesaing ama jasa travel ya?

  6. wahyu nurudin berkata:

    60 ribu ya? masih lebih murah. aku pernah naik malabar habis 8 ribu sampai 100 ribu.

  7. julicavero berkata:

    kalo travel kan terkadang 2,5jam dah nyampe bdg sob..kalo KA paling sedikit 3jam br nyampe…cm kalo weekend..tiketnya pun pasti habis kejual

  8. Vulkanis berkata:

    Memang sekecil apapun resiko kita tetap harus waspada..Waspadalah!!!

  9. hudaesce berkata:

    Wah……..,seumur-umur segala alat transportasi pernah ku pake,mulai dari becak-pesawat terbang.namun sayangnya……,cuma kereta api saja yang belum pernah,xixixixi.jadi pengen naik kereta api nih.

  10. AriPerwiraCom berkata:

    Wah jadi kepingin naik kereta api… tut…tut…tut… siapa hendak turut….

    he he…
    Salam kenal ya gan, jangan lupa mampir ke gubuk reyot ane…

  11. gerhanacoklat berkata:

    setuju lucky
    saya juga baru dua kali naek kereta dua2nya ke arah bogor eheheehe dan rame2 sama temen kalo sendirian takut😀

  12. Parfum berkata:

    Ada sedikit rasa ingin tahu, mengapa Cipaganti berkembang semakin pesat, sedangkan KA nya merugi? Apakah karena kereta api tidak cocok dengan daerah perbukitan seperti Bandung?

    Salam,
    Parfum

    • Lucky dc berkata:

      Hmmm heheh… sepertinya klo Cipaganti berkembang pesat selain waktu tempuh yang cepat dibandingkan dengan kereta juga kelebihan travel adalah melayani “point to point” dengan aksesibilitas tinggi dibandingkan kereta yang hanya dapat menjangkau beberapa stasiun baik di Jakarta maupun di Bandung…

  13. alamendah berkata:

    Saya lama banget gak pernah naik kereta api😦

  14. Saipuddin berkata:

    harga yg murah, sebanding dengan jaminan keselamatan yg kurang, seperti yg sekarang terjadi. Tapi transportasi apapun dengan harga berapapun kalo memang sudah takdir tidak bisa juga dielak, betul kata gan yang penting waspada.
    Oya, boleh tukeran link, link mas sudah saya tempel. Terimakasih atas kunjungannya keblog ane, jangan sungkan2.

  15. kang ian berkata:

    kalao saya mah belom pernah..kalao naik cirex ke cirebon udah pernah😀
    asik emang kalao nek kereta jarak jauh..kalao cuma jakarta bogor mah udah bosen hehe

  16. It’s the very thing i want to catch. Thanks!…

  17. satu lagi kesamaan kita … Denuzz akan lebih milih naek kereta api daripada travel atau bis … karena bisa ada surplus sampe dengan 30 ribu rupiah … bisa buat beli rokok dan jajan tuh … lumayan kan?

    ~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~

  18. ~jayaros berkata:

    Se7 … berhematlah, kalau itu bisa dilaksanakan …
    berhemat pasti selamat … eiittt, kurang pas …😦 … hemat pangkal kaya ..🙂

  19. Keping Hidup berkata:

    Keren kang.. tukeran link ya

  20. orange float berkata:

    ya benar dimana pun kita kudu waspada. kejahatan bisa terjadi kapan dan di mana saja

  21. Tunsa berkata:

    naik kereta ke bandung? wah boleh coba tuh kapan2, hehe

  22. Sugeng berkata:

    Sayang aku sudah gak pernah berinteraksi dengan moda massal ini karena memang didaerahku yang namanya kereta api adalah sesuatu yang mustahil dan haya ada dalam televisi. Terakhir aku naik kereta api 4 tahun yang lalu itupun cuma pas lebaran😆
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • Lucky dc berkata:

      Tabanan daerah di Bali bukan ya?
      sepertinya Bali butuh kereta juga ya untuk koneksi transportasi ke Jawa, kan wisatawan jadi makin banyak ke Bali ya gak heheh😉

  23. imroee berkata:

    Aku belum pernah naik kereta. Aduh, jangankan naik, lihat bentuk fisiknya secara langsung aja belum pernah!🙂

    Aku lihat tarifnya murah amat ya..!

  24. sedjatee berkata:

    saya juga penumpang setia kereta api
    maklumlah, jadi penglaju semarang – jkt
    menaiki kereta memang asyik
    banyak teman, menambah persahabatan
    salam kenal Bung, thanks telah berkunjung…
    salam sukses selalu..

    sedj

  25. Red berkata:

    semenjak ada travel, gue lebih sering bolak balik jkt – bandung naik xtrans atau cipaganti😀 memang lebih mahal, tapi jauh lebih cepat dan nyaman.

  26. achoey berkata:

    Yup, tetap waspada
    itulah bijak diri saat menjalani perjalanan🙂

  27. Brotoadmojo berkata:

    Saya menikmati sebenarnya naik kereta api, tapi terkadang yang bikin sebel adalah penumpang yang melebihi kuota. Akhirnya berdesak-desakan dan harus mengalah duduk dilantai gerbong beralasa koran.
    Walau sedikit agak mahal, naik travel mungkin lebih nyaman….🙂
    Terimakasih

  28. zee berkata:

    Saya baru sekali naik kereta api.
    Sejujurnya saya beranggapan kereta api adalah transportasi yang paling aman karena dia punya jalur sendiri.. Tp dengan banyaknya kejadian kecelakaan yang menimpa KA, aduh kok takut ya…

  29. Dulu saya juga pelanggan kereta api. Tapi jurusan Jakarta-Semarang. Asyik juga naik kereta. Namun karena seringnya perjalanan malam, saya jadi ngga terlalu banyak menikmati pemandangan.

    Salam

  30. Bali Property berkata:

    duduk deket jendela memang menyenangkan, dan lebih nyaman, apalagi pas perjalanan jauh.
    kenapa sih ya harus ada orang iseng dan tidak bertanggung jawab itu? apa sih ya untungnya mereka? apa membuatnya pada puas? atau seneng ya?
    heran gw..

  31. Duniaku Disini berkata:

    Saya belum pernah naik kereta apai. Pengen suatu saat bisa merasakannya. Apapun itu dalam setiap berkendaraan, selalu berdoa mohon keselamatan.

  32. aryadevi berkata:

    antara pemberi jasa dengan konsumen tentu saling memerlukan, terlihat dengan animo masyarakat yang tetap menginginkan kereta tersebut beroperasi, perlu dan ternyata direspon positif. Apalagi penyedia jasanya bagian dari pemerintah, harus bisa mengayomi…
    kita, saya dan anda sebagai rakyat tentu ingin semua berjalan baik untuk kebaikan bersama.

  33. M Mursyid PW berkata:

    Sejak lahir saya belum pernah naik KA. Kapan2 pengen juga.

  34. Ping balik: First Anniversary de Go Blog « de Go Blog

  35. Acacicu berkata:

    Artikel saya hari ini juga nggak jauh2 dari kereta api mas,, Soalnya saya juga punya kenangan dengan yang namanya kereta…kalo posisi duduk di kendaraan (kereta api), paling seneng pas masih kecil dulu, saya naik kereta di bagian lokomotif, maklum kakek saya dulu masinis, haha…salam hangat;

  36. firman berkata:

    sama bget ma gw gan, naek argo parahyangan jkt-bdg, sama2 turun di jatinegara pula😀 iseng2 googling ‘kecelakaan argo parahyangan’ eh ktemu blog ini, hehe.. trnyata lom pernah kcelakaan masal ya, paling nabrak pngendara motor sampe tewas aja😮

  37. nadiafriza berkata:

    masih tetep ada bukan ya KA nya? tapi dengan nama baru.. lupa euy apaan hehe

    btw Jatinegara dimananya? biasanya kalo ke Jakarta saya nginep di rumah tante di Klender🙂 tapi saya jarang naik kereta sih, terakhir 5 atau 6 tahun lalu

  38. susiloadysaputro berkata:

    Ati2 lho mas kalo naik kreta..

    penumpang kreta jaman sekarang juga banyak yg ga pake aturan

  39. nadiafriza berkata:

    bener kan gw pernah komen di postingan ini. nyari stasiun2 yg Argo Parahyangan singgahi, nyasar kesini lagi😄

    Stasiun Bekasi berhenti ya? di Tambun bukan?

    • Lucky dc berkata:

      Hehehe, Apa kabar Nad, Stasiun Bekasi berhenti kok, tapi bukan di Stasiun Tambun…Stasiun Bekasi dan Tambun beda…Urutan stasiunnya dari Bandung-Jakarta : Bekasi-Jatinegara-Gambir😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s