Ditilang Polisi, Disidang di Pengadilan!!!


Ini merupakan pengalaman gw selama magang 2 bulan di Jakarta. Tepatnya Juni-Juli 2010, selama 2 bulan itu juga gw kena tilang  polisi  di jalanan Jakarta yang bener-bener makin crowded aja. Sial banget ya😦. Berhubung gw ditilangnya di wilayah teritori selatan Jakarta maka gw dirujuk ke Pengadilan di Jakarta Selatan. Sepertinya itu Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tapi gak tau pasti juga status pengadilannya…Who cares!! wakakakak…..😈. Yang jelas alamatnya ada di Jalan Ampera Raya deket daerah Ragunan.

Jadi, ceritanya rumah gw terletak di daerah Jatinegara Jakarta Timur sedangkan tempat magang gw ada di daerah Cipulir sana deket ITC Cipulir, Jakarta Selatan. Cukup jauh perjalanan😦, membentang menyusuri jalanan Jakarta dari timur ke barat. Seperti biasa gw ke tempat magang naik motor. Rute yang gw pilih adalah Casablanca-Sudirman-Blok M-Cipulir. Perjalanan motorpun cuma bisa dipacu 10-20 km/jam. Jalanan di Casablanca sekitar pukul 8.15 AM padat merayap. Posisi gw waktu itu emang ngambil lajur di sebelah kiri jalan bareng sama pengguna motor lainnya mengular mepet dengan trotoar, secara macet dan padat merayap. Waktu mendekati underpass di Kuningan, biasanya semua kendaraan berebut untuk masuk ke lajur underpass yang menuju Sudirman. Di sana ada Mikrolet dan Metromini yang naikkin dan turunin penumpang, motor yang saling berebut, dan yang pasti ada juga mobil pribadi yang ikutan ngantri untuk dapat masuk ke lajur underpass. Untuk info aja, lajur kiri arahnya menuju ke Kuningan dan lajur kanan menuju ke Sudirman via Ambassador. Biasanya arus yang menuju Sudirman lebih banyak daripada yang menuju ke Kuningan. Jadinya, ada penyumbatan jalan, klo istilah kerennya di dunia transportasi terjadi “bottle necking” di underpass🙂. Di tengah kerumunan kendaraan, para bapak polisi memang berada pada posisi antara lajur menuju Kuningan dan lajur menuju Sudirman. Alhasil gw biasanya dari lajur kiri yang menuju ke Kuningan biasa “belok langsung” alias motong jalan ke lajur kanan yang ke arah Sudirman, eh malah langsung diberentiin motor gw sama polisi. Bapak2 polisi emang menjebak dengan posisinya itu, jadi banyak pengguna motor yang kena tilang.

Bapak Polisi itu langsung memberikan perintah supaya turun dari motor untuk mendekat ke mobilnya. Pertanyaan standard yang dilontarkan Pak Polisi…..mana SIM kamu?,,STNK kamu?…Dibacalah SIM dan STNK-nya. Pak Polisi pun memperlihatkan kesalahan gw dengan membuka buku kecilnya yang berisi butir-butir peraturan dan besarnya denda, yaitu salah lajur dan penyerobotan lajur dengan denda 250 RIBU RUPIAH😯. Emang sih gw gak mau damai di jalan secara di dompet gw cuma ada 20 ribu rupiah. Tanpa banyak bicara pak polisi langsung mengeluarkan surat tilang yang berwarna merah dan nulis semua data-data gw di surat itu. Surat tilang warna merah artinya gw harus datang ke pengadilan untuk ngambil SIM gw yang disita sama polisi. Hmm….padahal pengadilannya aja gak tahu entah dimana😡. Akhirnya, gw cari lokasi pengadilannya di google earth. Ternyata di daerah Ragunan🙂.

Pagi itu adalah hari Jum’at. Jadwal gw untuk disidang di pengadilan. Yang gw bawa adalah surat tilang yang berwarna merah ke pengadilan. Sesampainya di pengadilan sekitar jam 8:15 AM ternyata di sana udah ramai dan penuh😦. Bahkan gw gak dapet tempat parkir motor. Terpaksa harus parkir motor di luar area pengadilan persisi di pinggir jalan yang hiruk pikuk. Waktu parkir motor, sekawanan orang mengahmpiri. “Mas-mas sidang tilang ya ?”…..tanya seoarang pria yang gw yakini sebagai calo. Ternyata banyak calo yang menawarkan jasa. Tapi, gw diam seribu bahasa:mrgreen:. Masuklah gw ke dalam. Banyak orang yang ngantri di loket. Ternyata di loket tersebut adalah tempat untuk menukarkan surat tilang yang ada untuk mengambil nomor urut di ruang sidang. Nomor yang gw dapet adalah 131😥. Entah kapan akan selesai. Berharap sebelum sholat Jum’at gw dah bisa pulang😉. Saking banyaknya yang mengantri sampai nomor 300an maka pengadilan membagi ruangan berdasarkan nomor urut yaitu nomor 1-150 disidang di ruang 1 sedangkan 150-300an di ruang 2. Setelah lama menunggu, akhirnya nomor gw dipanggil😆. Gw pun duduk di depan hakim. Hakim cuma bertanya, apa kesalahan yang dilakuakan. Dan gw jawab apa adanya bahwa gw salah lajur😮. Setelah itu, hakim menyebutkan denda yang harus dibayar. Lalu, kita keluar ruang persidangan dan mengantri kembali di loket pembayaran. Denda yang dikenakan pun bervariasi biasanya antara 60 ribu-120 ribu tergantung pelanggaran yang dilakuakan. Gw kena denda 60.500 rupiah😡. Nominalnya engga sebesar yang ditunjukkan polisi waktu ditilang di jalan. Jadi, saran gw klo kena tilang di jalan jangan takut ke pengadilan malah dendanya lebih murah daripada damai di jalan😉. Tetapi tergantung orangnya masing-masing juga, klo gak mau ribet dan rugi waktu ke pengadilan emang “damai” di jalan lebih simple. Setelah uang denda dibayar pada saat itu juga surat yang disita polisi seperti SIM atau STNK dikembalikan😉. The question is❓, apakah uang yang kita setorkan ke pengadilan itu masuk ke kas negara atau hanya suatu cara lain menghimpun dana dari masyarakat untuk bagi-bagi uang antara oknum polisi dan oknum pengadilan??… No One Knows…

Related Post :

Tentang Lucky dc

Civil Engineering Student
Pos ini dipublikasikan di On My Mind. Tandai permalink.

28 Balasan ke Ditilang Polisi, Disidang di Pengadilan!!!

  1. ane selama ini ga sempat berpikir seperti itu.😆
    apakah uang itu untuk negara ya….?

  2. lukmanjack berkata:

    Pengalaman yg b’hrga ya..
    Hehehe😀

  3. lukmanjack berkata:

    Sekalian..
    Saya izin pasang link ya.?Mas Lucky dc😀

  4. susiloadysaputro berkata:

    wah kalo saya mah belum berani bawa motor di jakarta malah mas,,hehehe

  5. Red berkata:

    gue pernah kena tilang di tempat, disuruh bayar goban. gue bilang pak cuman bawa noban.. mau? bisa tuh. ehehe

    link blog ente udah ditambatkan di annunaki. anchor text: Luckydc’s blog, lihat di sidebar section L

  6. Kelabang's Blog berkata:

    Baguslah kalau lewat pengadilan, itu berarti secara resmi. Kalau damai di jalan, sama saja kita ikut melestarikan praktek korup..

  7. Rahad berkata:

    istilah uang damai kebanyakan dipakai buat ngenyangin perut sendiri…buktinya nominalnya jauh banget sama yg disebutin polisi..

    link udah terpasang..

  8. اسوب سوبرييادي berkata:

    setidaknya mungkin dipengadilan ada keadilan,😀

    lebih baik selesaikan sesuai aturannya saja, soalnya kalau kita selesaikan di-TKP, kebanyakan uangnya lari kekantung para polisi, langkah kita ini bisa dibilang untuk mencegah juga para polisi memakan uang yang tidak seharusnya. Tapi, yang dipengadilan juga entah uangnya kemana ya? hm….

    • Lucky dc berkata:

      Salah satu kelemahan Indonesia, ketidaktransparanan dalam suatu hal, apalagi di lembaga hukum seperti pengadilan yang menyebabkan praktek KKN berjamaah merajalela.

  9. Masda berkata:

    Pengalaman seru gan, , , kalo dilihat dari postur polisi2 sekarang duitnya dimakan mentah2… Liat ja tuh perutna….🙂

  10. Heny Oliper berkata:

    Kalo dah ngmng Tilang menilang…huhft…
    Moga Polantas indonesia menjadi lebih baik…amiiiiin :mrgeen:

    eh y ngasih tau kalo link nya juga udah tak pasang

  11. Brotoadmojo berkata:

    kalau ‘uang damai’ cuma sedikit mending kasih aja di jalan, tapi biasanya kalau sidang di jalan pasalnya jadi banyak…. yang penting, jangan pernah berurusan sama yang begituan, bikin emosi..🙂

    • Lucky dc berkata:

      Hmm kadang-kadang polisi sekarang “uang damainya” engga mau 50 ribuan, malah suka minta lebih, di pengadilan juga sekitar 50 ribu-75 ribu tergantung berat atau tidaknya kesalahan kita, tapi agak ribet aja datang ke pengadilan menyita waktu kita. Emang klo dah urusan kaya gini emosi dapat memuncak…:mrgreen:

  12. d34nmu berkata:

    aku juga sering kena tilang dan berhadapan dgn polisi, jadi kalo aku seh ga mau repot2, langsung kasi aja uang dama, tapi pura pura bermuka sedih dulu kalo kita cuma punya duit kurang dari 50 ribu. Pokoknya pinter2 meyakinkan pak pol biar doi ber empati pada kita.

  13. Prima berkata:

    Saya selalu membayangkan..pengadilan itu seperti apa…heheheheh…ternyata seperti itu. Thanks for sharing…

  14. penonton berkata:

    Emang sekarang masih bisa jalan damai githu….???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s