China, India, dan Indonesia Memimpin Pemulihan Ekonomi Global Pada Tahun 2010


Sekitar satu dekade terakhir peta perekonomian global berubah secara perlahan.Kekuatan ekonomi dunia yang dulunya dipimpin oleh Amerika Serikat, Eropa Barat, dan Jepang. Akan tetapi, justru negara dan kawasan tersebut sekarang sedang mengalami resesi ekonomi yang cukup dalam dan terseok-seok di dalam pemuliahan ekonominya akibat krisis global.

Krisis Global Subprime Mortage yaitu kredit macet pada sektor properti yang terjadi di Amerika Serikat pada akhir tahun 2008 dan Krisis Hutang Yunani yang melanda zona Euro pada awal tahun 2010 telah menghambat pemulihan ekonomi global.

Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa Barat sangat lamban di dalam pemulihan perekonomiannya hal ini dikarenakan oleh beberapa hal :

– Perekonomian yang sangat tergantung kepada pasar ekspor

– Rasio hutang terhadap PDB yang relatif besar :

  • Jerman 78% dari PDB tahun 2010
  • Perancis 75,8% dari PDB kuartal III-2008
  • Yunani 120% dari PDB tahun 2010

(Rata-rata utang publik di 16 negara anggota Eropa sebesar 84% dari PDB)

  • Amerika Serikat 95,9% kuartal III-2009
  • Jepang 217% PDB tahun 2010

– Meningkatnya penduduk manula di negara-negara maju dan berkurangnya         penduduk usia produktif di negara-negara maju

China, India, dan Indonesia merupakan tiga negara yang ekonominya dapat tumbuh positif sedangkan negara lainnya di belahan dunia lain tumbuh negatif atau mengalami kontraksi ekonomi di tengah krisis global yang ada.Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan ketiga negara tersebut pada dua tahun berturut-turut adalah sebagai berikut :

– China (9,6%-2008; 8,7%-2009)

– India (7,8%-2008; 6,8%-2009)

– Indonesia (6,1%-2008;4,4% 2009)

Ekonomi ketiga negara di atas berbasis kebutuhan domestik dan merupakan tenaga penggerak dalam proses pemulihan ekonomi global saat ini,menggeser keseimbangan kekuatan ekonomi dan keuangan dari Barat ke Timur.Selain itu, dengan jumlah tenga kerja produktif yang relatif murah,tersedia dalam jumlah yang banyak, memiliki pasar domestik yang besar, kecilnya rasio hutang negara-negara tersebut terhadap PDB juga merupakan salah satu faktor sehingga memungkinkan ketiga negara ini dapat meminimalisasi efek krisis global yang berkembang di kawasan.

Fundamental ekonomi, kebijakan pemerintah, iklim investasi yang kondusif bagi investor, dan kepercayaan pasar merupakan hal-hal penting yang harus diperhatikan dan harus dijaga untuk menciptakan petumbuhan yang berkesinambungan.

Berdasarkan Laporan Fokus Global bulanan Standard Chartered Bank,konsumen Amerika, bersamaan dengan munculnya Cina, merupakan salah satu penggerak utama pertumbuhan global.Akan tetapi,sekarang ini,konsumen AS melemah secara fundamental. Diperkirakan bahwa dampak langsung di Amerika Serikat dan banyak negara Eropa, seperti Inggris, pada tahun 2010 akan berupa meningkatnya pengangguran, lambannya kenaikan penghasilan, stabilisasi harga-harga pada tingkatan yang jauh , serta kekhawatiran tentang dana pensiun.

Untuk negara-negara berkembang, bagaimanapun, strategi keluar dari kebijakan moneter dan fiskal yang mudah akan menjadi tema yang mendominasi pada tahun 2010. Ada kemungkinan pengetatan di banyak pasar pertumbuhan utama, dengan ekonomi-ekonomi berbasis permintaan domestik seperti China,India dan Indonesia. Namun,langkah seperti itu akan didorong oleh faktor-faktor lokal, dibandingkan oleh tren regional yang menyeluruh.

Meskipun kecenderungan ini dapat dilihat sebagai bagian dari penyesuaian kembali (rebalancing) yang diperlukan ekonomi dunia, rebalancing itu sendiri belum nomor satu prioritas untuk negara-negara berkembang pada tahun 2009. Hal ini menyiratkan bahwa Barat menjadi relatif lebih miskin, menghabiskan lebih sedikit dan menabung lebih banyak, dan daerah surplus yang tinggi seperti Timur Tengah dan Asia Timur melakukan yang sebaliknya, menghabiskan lebih banyak dan menyimpan lebih sedikit.

Laporan terserbut pun menggaris bawahi beberapa tantangan ke skenario pemulihan ekonomi secara bertahap di seluruh dunia. Ini termasuk diantaranya tingkat kebijakan rendah menambah kekhawatiran tentang arus modal besar dan gelembung harga aset, khususnya di Asia. Kemudian konsekuensi yang tidak disengaja sejumlah peraturan yang mengatur sektor perbankan.Laporan tersebut juga mengidentifikasi beberapa kunci tren jangka panjang yang menciptakan kesempatan bagi berbagai pasar terdepan. Pertama, munculnya koridor perdagangan baru, tercermin dalam meningkatnya perdagangan antara Asia dan daerah-daerah seperti Afrika, TimurTengah, dan Amerika Latin.Kedua, booming infrastruktur yang dapat dilihat sebelum krisis kemungkinan akan kembali pada 2010 dengan China sebagai motor penggerak utamanya.

Related Post :

Tentang Lucky dc

Civil Engineering Student
Pos ini dipublikasikan di Bisnis dan Ekonomi. Tandai permalink.

7 Balasan ke China, India, dan Indonesia Memimpin Pemulihan Ekonomi Global Pada Tahun 2010

  1. kalabang berkata:

    Perkembangan yang sangat positif, semoga berkelanjutan.

  2. Asop berkata:

    Indonesia kurang berusaha.😐

    • Lucky dc berkata:

      Sebenarnya negara kita ini salah dalam hal managementnya, malah hal yang seharusnya “urgent” untuk dilakukan dan dilaksanakan seperti pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, pelabuhan, pembangkit listrik, jaringan irigasi dan air bersih, bandara, dan transportasi massal tidak dilakuakan. Tidak heran jika Indonesia terkesan lamban dan bahkan jalan di tempat jika tidak mau dibilang tertinggal oleh negara lain.

  3. susiloadysaputro berkata:

    semoga Indonesia selalu menjadi lebih baik..amiin

  4. Prima berkata:

    Ini postingan pertama ya? beraaaaattt, hahahahhaha… pagi2 mau cari yang ringan2 aja😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s