Ketika saya baca di blog sahabat saya, arb0rvita3, di postingannya yang berjudul Clinical Life here I Come
, terdapat satu statement yang dituliskannya….
“U know baby,, life is about taking risk.. get it or go die”
@arb0rvita3, statementnya yang saya pikir “so powerfull”, dijadiin bahasan postingan disini ya hehehe…
Wow that’s definitely true…Bagaimana tidak
, adapula yang menyatakan
Berarti klo kita tidak mengambil resiko sama sekali itu merupakan resiko terbesar yang diambil *hehehe
kok jadi nerjemahin pernyataan di atas*. Ok, Now Let’s think about it step by step
Pertama, sejak kita terlahirkan di dunia ini
, kita dihadapkan dengan berbagai macam pilihan dan sering juga kita dengar pernyataan bahwa “Life is the matter of choice“….
Pilihan-pilihan itu dihadapkan pada kita setiap saat sejak bangun pagi hingga tidur malam harinya. Seperti :
- Kegiatan dan meeting apa saja yang harus dilakukan hari ini
- Mau sarapan dan makan apa pagi ini
- Rute jalan yang akan yang dilalui dari rumah sampai ke kantor, kampus, ataupun sekolah
- Apakah kita akan memasang senyum kepada orang di sekitar kita atau tidak
- Mau pilih jurusan kedokteran atau teknik waktu SPMB/SNMPTN
- Mau pilih karir di bidang jurnalistik, kewirausahaan, teknologi informasi, konstruksi, jasa, ataupun perbankan
- Mau pilih jadi orang yang biasa-biasa saja, orang yang ahli pada bidangnya, orang yang dapat berkontribusi bagi lingkungannya, atau hanya menjadi orang yang duduk diam untuk menerima nasib saja
- Makin lama kita makin tua, mau milih jadi manusia dewasa yang makin bijak or manusia dewasa yang kekanak-kanakan
- Sisa hidup kita mau digunakan untuk hal-hal yang berguna untuk kehidupan yang kekal nanti di akhirat ataupun hanya sekedar having fun dengan kehidupan di dunia yang hanya sementara
Dan masih banyak pilihan lainnya di dalam hidup ini
. Tergantung bagaimana kita memilih dan menyikapinya. Setiap pilihan itu pasti ada konsekuensi dan resikonya. Disinilah hubungan antara “Life is About Taking Risk” dan “Life is The Matter of Choice”
. Memilih berarti mengambil konsekuensi, dan pada akhirnya ada resiko yang harus kita tanggung ya gak
Apa yang mau disamapikan di sini adalah bahwa mau gak mau hidup kita itu harus milih dan mengambil resikonya. Resiko apa yang mau diambil adalah tergantung dari diri kita sendiri
. Bahkan, pasti kita pernah di dalam hidup ini, memilih diantara pilihan-pilihan buruk, dan diantara pilihan buruk itu harus diambil satu yang terbaik, Misalnya : “Ketika proses ibu melahirkan, terkadang ada kasus, cara satu-satunya untuk melahirkan dan menyelamatkan sang bayi adalah dengan operasi karena posisi bayi yang tidak normal di dalam rahim ibunya, akan tetapi, jika dilakukan operasi akan sangat membahayakan keselamatan sang ibu”…Pilihan mana yang akan diambil dan resiko apa pula yang akan terjadi jika kita mengambil pilihan tersebut
.
The point is : dasar dari memilih pilihan dan mengambil resiko itu harus didasari oleh pikiran rasional dan akal sehat, apakah saya mampu mengambil pilihan tersebut, dan apakah saya mampu menanggung resiko tersebut, apakah resiko yang ditimbulkan baik untuk saya, orang di sekitar saya, atau lingkungan sekitar saya ataupun sebaliknya.
Sekali lagi ditekankan di sini, Pilihan-pilihan itu pasti ada resikonya
.
Just choose it and take the risk
Jangan sampai kita tidak mengambil resiko sama sekali dan hanya menjadi orang yang duduk diam untuk menerima nasib saja.
Related Post :
- Arti Seorang Sahabat
- Belajar dari Seorang Bayi
- Kembali ke Dunia Perkuliahan
- Momen Lebaran yang Selalu Ditunggu
- Ditilang Polisi, Disidang di Pengadilan!!!












saya serius ! saya saat baca ini sedang mengeluh atas konsekuwensi yang telah saya ambil..,
setelah baca ini…. sya langsung dan tersenyum dan berkata :
” udah gw pilih, ya hasrus gw jalanin ” ^_^
thanks mas !
I see, wah semoga postingan ini sedikit menghibur, mengingatkan, dan membawa pencerahan hehehe
ondeh mandeh lukii
hahaha likes this banget lah
dalem bo postinganlo,, jadi inget masa2 jadi “samurai” (u know what i mean
)
dan kenapa itu pilihan espeembenya mesti teknik dan kedokteran? macam pilihan gw dulu aje
Hahahaha….

Makanya gw bikin postingan kaya gini terngiang masa-masa itu, lagi dan lagi hahah
Onde mandeh juga dah *padangnya keluar*
Benar sekali.
Bukan hidup namanya kalo ga ada resiko. Resiko ada karena waktu ga bisa diputarbalikkan.
Yup setuju Asop, hmm…. jadi gitu ya konsep resiko ada karena waktu gak bisa diputarbalikan… Hehe baru ngerti
hidup haru berani ambil resiko
Benar sekali Bung Tomo
salam kenal
Salam kenal juga Bung Tomo, Terima Kasih sudah berkunjung ke blog saya
ANDRI Wongso ! Pernahkah anda mendengar nama tersebut ? Ia adalah seorang pengusaha sukses dan salah seorang motivator terbaik di negeri ini. Harvest dan Forever Young Indonesia adalah buah tangannya. Sebagai bayangan, dalam satu jam pelatihan, tarifnya sekitar kurang lebih 50 juta ! Hebatnya pula, ia mendapatkan gelar dari pengusaha lainnya dengan SDTT-TBS, yaitu :…. Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses.
Bagaimana masa kecilnya ? Pada usia yang masih sangat muda, kalau tidak salah usia enam tahun ia sudah kehilangan orang tuanya, dalam keadaan miskin papa, sehingga untuk menyelesaikan SD saja ia tidak mampu. Bermodal kenekatan dan sepasang baju yang melekat di badan, Andri Wongso merantau ke Jakarta. Pekerjaan apalagi yang bisa ia dapatkan selain menjadi buruh kasar. Di Jakarta ia hidup sendiri tanpa sanak saudara.
Apa yang menyebabkan ia bisa eksis bahkan menjadi sukses ? jawabannya ternyata, ia mampu memotivasi dirinya dan belajar. Disela-sela pekerjaannya sebagai kuli, ia selalu menyempatkan menulis kata-kata yang bisa memotivasi dirinya., proses itu berlanjut, hingga rekan-rekannya mengenal Andri sebagai seorang motivator “Amatir”. Kata-kata motivasinya sekarang bisa kita temui dalam kartu-kartu ucapan Harvest. Sebagai catatan, hingga sekarang Andri Wongso masih terus menulis dan menyebarkan kata-kata tersebut.
DARI kisah diatas, kita dapat mengambil dua hal penting yang melandasi sebuah kesuksesan. Pertama adalah motivasi… Tidak ada seorangpun yang sukses dalam hal apa saja kecuali ia memiliki motivasi yang kuat untuk bangkit dan terus maju. Masalahnya, kita sering termotivasi ketika ada orang yang mengingatkan. Kita baru mau belajar, ketika ada ujian. Kita baru mau shalat tahajud ketika punya banyak hutang, dll. Seiring dengan berjalannya waktu, motivasi untuk berbuat baik pudar kembali, hingga kita kembali pada kebiasaan lama.
Apa yang melandasi sebuah motivasi ? Keyakinan adalah kuncinya. Dan keyakinan terbesar bersumber dari ALLAH yang Maha Tinggi. Inilah motivasi yang tidak pernah habis. Orang yang mengenal ALLAH SWT. Hidupnya akan akan selalu enerjik dan penuh semangat. Nah, untuk memperkuat sumber motivasi dari dalam ini kita harus mencari partner dan komunitas yang mendukung.
Kedua, berani mengambil resiko. Musuh motivasi adalah resiko. Benar bila ada yang berkata, “Beda antara orang sukses dan orang gagal terletak pada pada cara pandang mereka terhadap resiko. Orang sukses memandang resiko sebagai berkah bukan musibah, sebagai rezeki bukan musuh, sedangkan orang gagal memandang resiko sebagai musuh bukan rezeki”
Sebenarnya, hidup adalah pergulatan kita dengan resiko. Menghindari resiko sama artinya dengan menghindari hidup sebagai manusia. Sebaliknya semakin besar resiko yang kita hadapi, maka semakin besar pula kesuksesan yang akan kita raih. Sebuah perusahaan tidak akan pernah maju bila perusahaan tersebut takut menghadapi resiko. Seseorang tidak akan pernah menjadi pengusaha sukses, bila sejak awal ia takut rugi. Padahal rugi dalam berbisnis adalah resiko, semua kisah sukses orang besar, sarat dengan pergumulan menghadapi resiko. Mungkin, nama Andri Wongso tidak akan kita kenal kalau saja ia tidak berani mengambil resiko dengan pergi ke Jakarta.
Resiko terbesar dalam hidup adalah kematian. Bila orang berani mati, tantangan sebesar apapun akan terlihat mudah baginya. Bisnis itu mudah, karena resikonya hanya rugi uang, tapi bertambah pengalaman. Melamar itu ringan, karena resiko terburuknya adalah ditolak. Dahulu Islam bisa berjaya, salah satunya karena jasa orang-orang yang berani mati. Apa jadinya kalau Rosulullah SAW dan para sahabatnya itu takut mati ?
Karena itu, benar apa yang dikatakan Rosulullah SAW. Bahwa umat Islam akan lemah bila terkena penyakit Wahn. Apa penyakit Wahn itu ? terlalu cinta dunia dan takut mati, takut mengambil resiko terbesar.
Wallahu a’lam
Wah panjang ya komentarnya seperti postingan
Anyway thanx a lot ya
terima kasih atas kiriman riviewnya, sudah saya post silakan di cek
Terima Kasih pak atas diterimanya review saya heheheh
wah, penuh dengan kata kata bijak. human terhenyak (apa itu terhenyak?).
Solusi adalah ketika kita berani mengambil resiko dan bukan menjauhi masalah
by human.(wah wah, so banget nih human).
salam human. hahaha
Terima kasih mas heheh
Yup betul masalah dan mengambil resiko harus kita anggap sebagai sebuah tantangan
Setuju banget, jangan takut untuk menentukan pilihan.. Bila tekad sudah bulat (azzam) cukup bertawakkal atas hasilnya (faidza aazamta fatawakkal alallah).
Yup berusaha, berdoa, dan bertawakal harus selalu berjalan seiringan. Terima Kasih mas Moehs sudah berkunjung
setuju banged lucky
dengan duduk diam saja kita akan sangat menyianyiakan waktu yang mestinya mungkin akan meraih keberhasilan
Ya, waktu itu adalah hal yang sangat berharga gak bisa kembali, jadi harus digunakan sebaik-baiknya… Terima Kasih sudah berkunjung
Betul Mas, bila berani mengambil risiko, maka peluang berhasil selalu ada, daripada tidak sama sekali.. Terimakasih atas inspirasinya…
BTW, tentang tukaran link, silakan dengan senang hati menerimanya. Nanti dikabarin ulang ya Mas… Makasi sudah mau berbagi bersama…
Terima Kasih ya
Ya pak, “No Pain, No Gain”…
bener banget sobat, hidup untuk mengambil resiko…
karena semua hal yg terjadi menurutku ada resiko karena ada sebab pasti ada akibat…
oleh karena itu kita harus siap menerimanya…
aku siswa tkj sob.
namanya berubah..
hehe
Kok berubah namanya kang?
hehehe…
hidup itu memang pilihan bro…tergantung kita milih, begitu pula jalan hidup yg kita tempuh…dan tentunya penuh dengan resiko dan rintangan
Setujuu bro hehehe,… Semua harus dijalani dengan tulus, ikhlas, dan sungguh-sungguh
Sebelum koment salam knal dlu Sob.. aku datang dari Brow Rizky hhe…
Tanggapan>> aku setuju bgt tuh Sob…. setiap keputusan yg pengen kita ambil mesti melalui pilihan dlu dan dalam pilihan itu pastinya ada resikonya…. dan setelah baca dari awal sampe titik selesai aku bisa bilang gak ada pilihan yg ga beresiko.. klo mau gak beresiko ya gak usah milih dan gak usah ngambil keputusan haha…..
Iya Ferdinand, Terima Kasih sudah membaca dengan detail dan comentnya
Ya, setuju banget, Sob. Setiap pilihan memang ada risikonya, termasuk memilih untuk tidak memilih, hehe…
Itu adalah resiko terbesar sob
mantap… tulisannya bikin semangat
Thanx for the compliment mas Abdi Jaya
pas banget ketika saya memang terpaksa harus memilih keputusan meski itu memang terbaik di antara yang terburuk
Kebetulan ya mba Ne, pas banget postingannya ya, Semangat terus
karena hidup ini pilihan, jadinya kita harus bertanggung jawab atas pilihan yg kita pilih kan..
salam kenal ya ^_^
Benar Mutia terima kasih sudah berkunjung ke blog saya
Salam kenal juga
sangat setuju, berani menatap kesuksesan berarti berani mengambil resiko, dan jangan terlalu dipikirkan resiko apa itu, tapi dipikirkan apa sebenarnya yang perlu kita lakukan segera. salam mas… makasih udah berkunjung ke blog saya.
Iya mas Hanif, berani mengambil resiko dan take the action, masalah hasil kita serahkan kepada yang di atas
selesaikan apa yang telah dipilih, jangan gampang menyesal
Lucky trims kunjungannya ya
Iya bunda monda heheh
Terima Kasih atas kunjungan baliknya
Salam,
aku tidak pernah memilih, karena aku hanya menjalani yang seharusnya aku jalani.
It’s the same way?
Hmm… sebenernya apa yang kamu jalani adalah hasil dari sebuah pilihan-pilihan yang kamu pilih. Ya, it’s the same
yang penting adalah kemauan untuk mencoba hal2 yg tampak sulit. jangan mundur sebelum mencoba, ambil resiko dan jangan takut pada konsekuensinya. jika menang, good. jika kalah.. ok try it again. determination is the key
Bener mas red setuju
,
Determination ya, kira-kira apa ya artinnya, terobosan dan inovasi ya
betul itu.. hidup ini emang penuh resiko.
kalo kita gak mau ngambil resiko apapun (baik yang kecil pun), berarti kita gak hidup dong. hehe.
Ya bener mas Arman, klo gak ambil resiko rasanya hidup ini hampa ya, heheh
Makasih sudah berkunjung
Hidup adalah pilihan yang harus yang harus di tempuh, jadi diantara pilihan itu pasti ada resikonya, terserah kita kita mau pilih yang mana, kalau yang anda pilih dianggap baik pilihlah salah satunya walaupun pasti ada resikonya
Ya begitulah hidup dipenuhi oleh berbagai macam pilihan yang banyak dan juga memiliki berbagai macam resiko, tinggal kita menentukan “smart choice” dari pilihan yang ada
begitulah kehidupan, penuh dgn warna warni pilihan, yang mana yg hendak kita jalani, dan pastinya memang tiap pilihan ada resikonya.
seperti ketika akan menginvestasikan uang, kenapa tdk kita ambil yg resikonya paling kecil? agar bisa mengambil pelajaran utk resiko yg lebih besar, begitu khan Lucky?
so………life is a matter of choice
salam
Betul bunda belajar dari yang kecil-kecil dahulu, barulah setelah itu sedikit-sedikit mengambil yang besar
Kunjungan pertama Gan!
Wah, mantab nich postingannya,
Met Sukses yach
Terima kasih gan atas kunjungannya
Success for you too
Excelent post…
i like this blog!
Wah terima kasih, hehehe
Keep writing
smakin bresiko smakin besar yg bsa d dpt,
gw suka bgt … “go get it or go die” :p
“No Pain , No Gain”
Ya gak ?
Terima Kasih Sudah berkunjung
Orang dengan jiwa petualang itu orang yang suka bermain-main dengan resiko..hehe
Bener itu, yang penting kita pinter-pinter milih mana yang terbaik..
Hehheh

Bener sob kita harus punya teknik-teknik untuk memeilih yang terbaik…
The Smart Way To Choose Something
halo sobat …
salam kenal dulu ya
terima kasih
Yerima Kasih sob dah berkunung
Salam Kenal juga, jangan bosen-bosen berkunjung ya
Btw, link ini sudah masuk di blog saya… Terima kasih
Terima Kasih mas
ya kalo udah terlanjur milih, mau gamau harus siap nanggung resikonya
saya suka sama quote nya
hehe
Terima kasih sudah berkunjung dan membaeri komen di blog saya
Life is The Matter of Choice.. klo hidup adalah pilihan, brrti ibarat gambling dong bro.. hha
Hidup sebenernya tidak gambling, tapi pilihan dan sikap kita akan hidup akan membentuk kehidupan yang akan kita jalani
nice post.
trims udh mau mengunjungi blogku
Wah dani terima kasih, sering-sering berkunjung ya
Uhoo~~ Uhoo~~ Saya orangnya suka bingung dan bimbang, tapi sejatinya sebagai manusia kita harus memilih 8) Karena hidup ada di jalan kita, dan Tuhan yang akan menginjinkan kita boleh apa tidak memilih opsi tsb. Tuhan juga aslinya mengarahkan kita pada hal baik kok selama kita mampu memilih
ya.. hidup ini harus dihadapi dengan keberanian..
mengambil keputusan akan pilihan2 yang baik , lebih baik, atau terbaik atau bahkan yang salah.
its a matter of choices, taking risk, and hope
)
nice post
Thanx mba
That’s the art of life. isn’t it?
Lucky, link mu sudah kupasang ya.. cekidot bro…
trims
Terima kasih ya mba
mas.. dapet award dari saya yah.. silahkan diambil di ambulans setempat:
http://annunaki.wordpress.com/2010/09/23/award-truly-blogger-from-indonesia/
Wah terima kasih banyak mas Red
Senangnya heheheh
no pain no gain
Setuju kan dengan statement di atas? heheh
wouw………,Thanks mas atas postingannya,ini adalah pembelajarang baru buat saya.semoga ini bisa merubah sikap saya dalam menatap kehidupan ini menjadi semakin lebih baik.
Sama-sama sob
Just do our best in our life
yup setuju sekali mas hati2lah dalam memilih agar tidak menyesal di kemudian hari hiks
Bener Kang Ian, teima kasih ya sudah berkunjung
Wah, postingan yang mencerahkan… Get it or go die. I choose get it.
Thanx Charles
So do I, I choose get it heheh
Otak sih nerima dan ingat. Tp kadang hati dan anggota gerak, sukar berkompromi untk melakukan yg diingat si otak. Hhmmm